Proses pengumpulan Data objek (Meriam Puyang Ratu) Diduga Cagar Budaya dalam Aplikasi Dapobud, di kecamatan Pino yang dilakukan Bidang Kebudayaan dan Mahasiswa MBK(Mangang Bersertifikat Kebudayaan)
21 Juli 2025
Bidang Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan kembali melaksanakan kegiatan pelestarian budaya melalui proses pengumpulan data terhadap objek yang diduga sebagai Cagar Budaya, yaitu Meriam Puyang Ratu, yang terletak di wilayah Kecamatan Pino. Pendataan ini dilakukan pada Kamis, 30 Oktober 2024, dengan melibatkan mahasiswa peserta program Magang Bersertifikat Kebudayaan (MBK) sebagai bagian dari kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan.
Proses pendataan dilakukan menggunakan aplikasi Dapobud, sebuah sistem digital yang dikembangkan untuk merekam dan mengelola data objek budaya secara terintegrasi. Kegiatan ini mencakup identifikasi lokasi, dokumentasi visual, pengumpulan informasi sejarah, serta pengisian data dalam sistem sesuai prosedur yang ditetapkan. Meriam Puyang Ratu diduga memiliki nilai sejarah penting dalam konteks lokal, sehingga perlu dilakukan kajian awal guna mendukung proses pengusulan sebagai Cagar Budaya.
Keterlibatan mahasiswa MBK dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung di lapangan, sekaligus mendorong generasi muda untuk peduli terhadap pelestarian budaya. Selain itu, kolaborasi ini memperkuat pendekatan partisipatif dalam pengelolaan kebudayaan yang transparan dan berkelanjutan. Pendataan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan strategi pelestarian berbasis data, sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan tentang pelestarian Cagar Budaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Meriam Puyang Ratu dapat terdokumentasi secara resmi dan menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya di Bengkulu Selatan. Proses pendataan ini tidak hanya bertujuan administratif, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap objek-objek yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat lokal maupun generasi mendatang.