23 Februari 2026
Senin, 23 Februari 2026 - Peringatan Hari Jadi Daerah menjadi momentum reflektif bagi dunia pendidikan dan kebudayaan. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Lusi Wijaya, M.Pd, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, berbudaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui acara yang berlangsung khidmat tersebut, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pendidikan dan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.
Menurut Bapak Lusi Wijaya, Hari Daerah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momen refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk melihat kembali perjalanan Bengkulu Selatan. Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia serta kelestarian budaya yang dimiliki.
“Hari Jadi Daerah bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita membangun pendidikan yang berkualitas dan berakar pada nilai budaya lokal,” ujar Bapak Lusi Wijaya, M.Pd.
Selain itu, Bapak Lusi Wijaya, M.Pd juga mengajak para guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan pelajar untuk bersama-sama menjaga semangat inovasi. Tantangan zaman yang terus berkembang harus dijawab dengan peningkatan kualitas pendidikan, pemanfaatan teknologi secara bijak, serta penguatan literasi dan numerasi.
“Kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan mencintai budayanya, Pendidikan harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri daerah” tegas Bapak Lusi Wijaya, M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Lusi Wijaya berharap momentum Hari Daerah dapat mempererat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan. Dengan kerja sama yang solid, Bengkulu Selatan akan semakin maju tanpa meninggalkan jati diri budayanya.
“Keberhasilan pembangunan pendidikan tidak bisa dicapai sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat,” kata Bapak Lusi Wijaya, M.Pd.
Menutup sambutannya, Bapak Lusi Wijaya, M.Pd kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Jadi Daerah sebagai titik awal memperkuat komitmen bersama. Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan inovasi, beliau yakin daerah ini mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan tetap berpegang pada nilai budaya.
Peringatan ini pun diharapkan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat bahwa masa depan daerah ada di tangan kita bersama — melalui pendidikan yang berkualitas dan kebudayaan yang terus dijaga serta dikembangkan.