Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Digelar di SMAN 5 Bengkulu Selatan
11 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026 – Dalam upaya memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan, kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terbina Literasi dilaksanakan di SMA Negeri 5 Bengkulu Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh para pendidik dan tenaga kependidikan dengan penuh antusias sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi literasi di sekolah.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai materi terkait penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta penguatan budaya literasi dalam dunia pendidikan. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan bahasa yang efektif dan sesuai kaidah dalam proses pembelajaran maupun administrasi sekolah.
Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif mengikuti sesi diskusi, praktik menulis, serta kegiatan interaktif lainnya yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia secara lisan maupun tulisan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai tantangan pengembangan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Lusi Wijaya M.Pd. menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan literasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan merupakan langkah penting dalam mendukung mutu pendidikan.
“Bahasa merupakan sarana utama dalam proses pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan harus mampu menjadi contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar budaya literasi di sekolah dapat tumbuh dengan kuat,” ujar Bapak Lusi Wijaya, M.Pd.
Beliau juga menambahkan bahwa budaya literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berkomunikasi secara efektif, kritis, dan santun dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para pendidik dan tenaga kependidikan semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi literasi sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas dan inspiratif bagi peserta didik,” tambahnya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa, kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan kerja sama antarpendidik dalam membangun budaya literasi yang lebih aktif dan produktif.
Dengan terselenggaranya kegiatan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia ini, diharapkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam aktivitas sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang komunikatif, literat, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Berikut dokumentasi selengkapnya.

